SEBELUM ANDA MELAKUKAN HACKING SEBAIKNYA ANDA BACA DULU DIBAWAH INI!

Segala aktivitas hacking anda termasuk ip anda terekam dalam sistem kami, cybercrime adalah tindakan pidana.


UU ITE dan Pasal Mengenai Hacking, Virus dan Illegal Access

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Internet & Transaksi Elektronik (ITE)
Undang-undang ini, yang telah disahkan dan diundangkan pada tanggal 21 April 2008, walaupun sampai dengan hari ini belum ada sebuah PP yang mengatur mengenai teknis pelaksanaannya, namun diharapkan dapat menjadi sebuah undang-undang cyber atau cyberlaw guna menjerat pelaku-pelaku cybercrime yang tidak bertanggungjawab dan menjadi sebuah payung hukum bagi masyarakat pengguna teknologi informasi guna mencapai sebuah kepastian hukum.
Di dalam UU ITE membahas masalah hacking terutama tentang akses ke komputer orang lain tanpa izin. Hal tersebut diatur dalam pasal 30 dan pasal 46 mengenai hukuman yang akan diterima. Berikut ini isi dari pasal tersebut:

Pasal 30
1.    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.
2.    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.
3.    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan (cracking, hacking, illegal access).
Pasal 46
1.     Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).
2.    Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah).
3.    Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

  Kitab Undang Undang Hukum Pidana
Pasal 406 KUHP dapat dikenakan pada kasus deface atau hacking yang membuat sistem milik orang lain.


UU ITE dan Pasal Mengenai Virus
Virus komputer dibuat oleh manusia dan disebarkan/diproduksi oleh mesin komputer. Bila aparat penegak hukum mampu untuk menangkap si pembuat virus dan membuktikan kejahatannya, maka pasal 32 ayat 1, pasal 33 dan pasal 36 (mengakibatkan kerugian) dapat digunakan untuk menjerat si pembuat virus. Tentunya, Hakim dalam memutuskan perkara perlu mempertimbangkan tingkat gangguan/akibat yang timbul dari jenis virus yang disebarkan.
Virus dapat diklasifikasikan yaitu :
a.    Tidak berbahaya. Virus ini menyebabkan berkurangnya ruang disk untuk menyimpan data sebagai akibat dari perkembangbiakannya.
b.    Agak berbahaya. Virus ini menyebabkan ruang disk penuh dan mengurangi fungsi lainnya seperti kecepatan proses.
c.    Berbahaya. Virus ini dapat mengakibatkan kerusakan atau gangguan yang parah termasuk kerusakan data dan sistem elektronik yang diselenggarakan.
Meskipun seseorang bukan sebagai pembuat virus, tetapi dia dapat memanfaatkan virus komputer untuk merusak informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain. Jika memang ada unsur kesengajaan untuk melakukan kejahatan seperti pada motif ini, maka terhadap si pelaku dapat dijerat dengan pasal 32 ayat 1, Pasal 33 dan pasal 36 UU ITE.
Pada kasus lain, seseorang misalnya si A tanpa sengaja/tidak mengetahui misalnya isi flash disk yang dimilikinya mengandung virus (sudah dicek dengan program antivirus), lalu memakai flash disk itu di komputer milik si B dan atas seijin si B lalu terjadi pengrusakan data oleh virus maka si A tidak dapat dijerat dengan pasal 32 ayat 1, pasal 33 dan pasal 36 UU ITE.
Jadi, meskipun virus diproduksi oleh mesin komputer, tetapi ada orang di balik penyebaran virus komputer, bisa sebagai pembuat virus atau penyebar virus dengan sengaja untuk merugikan orang lain. Mesin komputer yang memproduksi virus komputer hanya sebagai alat bantu untuk melaksanakan pembuatan dan/atau penyebaran virus, bukan pelaku kejahatan.
Pasal 33
“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya”.
Pada kalimat awal sudah jelas bahwa setiap orang yang menunjukkan bahwa semua orang tanpa terkecuali dilarang melakukan pelanggaran melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya sistem elektronik atau mengakibatkan tidak bekerja sebagaimana mestinya akan mendapat sangsi sesuai dengan pasal tersebut. Pelanggaran yang dimaksud dalam pasal tersebut bisa berupa virus dan worm komputer. Sebagaimana telah kita ketahui bersama virus, worm dan jenis malware lainnya dapat mengganggu sistem elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya, jelas ini termasuk sebuah pelanggaran yang tertera pada pasal 33.

Ada pelanggaran tentu ada pula hukuman/sangsi yang diberikan. Pelanggaran yang terjadi pada pasal 33 berkaitan dengan pasal 49 yang berisi dengan hukuman yang diberikan atas pelanggaran yang dilakukan.
Pasal 49
“Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)”.
Situs Resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda, tentang Penyajian Informasi dan Pelayanan yang diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar?
Home

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan 2017

  Berkenaan dengan Hari Raya Galungan pada tanggal 5 April 2017, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar pada Hari Selasa - Kamis, tgl. 4 - 6 April 2017 PELAYANAN DITUTUP dan

Selengkapnya...

Oleh : capil | 03 April 2017 | Dibaca : 377 Pengunjung


Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1939

  Berkenaan dengan Hari Raya Nyepi 2017 dan berdasarkan Surat Edaran Gubernur Bali No. 003.1/4815/BKD/ perihal hari Libur Nasional, Cuti Bersama dan Dispensasi Hari Raya Hindu di Bali Tahu

Selengkapnya...

Oleh : capil | 22 Maret 2017 | Dibaca : 304 Pengunjung


Kartu Identitas Anak di Kota Denpasar

Kartu Identitas Anak selanjutnya disingkat KIA sudah bisa dibuat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar. KIA merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016. Setiap wa

Selengkapnya...

Oleh : capil2 | 01 Maret 2017 | Dibaca : 1144 Pengunjung


DKPS Kota Denpasar Ikut Denpasar Expo 2017

Serangkaian memeriahkan HUT ke-229 Kota Denpasar Tahun 2017 ini, Pemkot Denpasar kembali menggelar Pameran Informasi Pembangunan yang dikemas dalam Denpasar Expo 2017. Dalam Denpasar Expo ini berbagai ino

Selengkapnya...

Oleh : capil | 28 Februari 2017 | Dibaca : 362 Pengunjung


Hasil Kelulusan Final Penerimaan Tenaga Non PNS

  Berikut nama yang dinyatakan lulus seleksi akhir dan dinyatakan diterima menjadi Tenaga Non PNS Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar.  

Selengkapnya...

Oleh : capil | 27 Februari 2017 | Dibaca : 997 Pengunjung


Mendagri Tjahjo Kumolo Kunjungi Graha Sewaka Dharma

Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumulo mengunjungi pelayanan satu pintu Pemkot Denpasar di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Jumat (24/2). Kehadiran Mendagri didampingi Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil

Selengkapnya...

Oleh : capil | 24 Februari 2017 | Dibaca : 442 Pengunjung


Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan Tenaga Non PNS

  Berikut pengumuman hasil seleksi administrasi Penerimaan Tenaga Non PNS pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar Tahun 2017.   Klik

Selengkapnya...

Oleh : capil | 23 Februari 2017 | Dibaca : 1234 Pengunjung


Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook
Twitter